Ashitaba Keiskei

Ashitaba Keiskei

Aashitaba Keiskei juga bisa disebut sebagai Angelica Keiskei, yang lebih dikenal dengan nama Ashitaba, yang secara harfiah berarti “Tomorrow Leaf” adalah spesies tanaman berbunga dalam keluarga wortel. Ashitaba ini berasal dari Jepang, ditemukan di Pantai Pasifik. Dan telah banyak dibudidayakan di luar jangkauan alam.

Ashitaba ini tergolong abadi atau perenial, ciri khasnya adalah biasanya berukuran 50 hingga 120cm. Seperti keluarga wortel pada umumnya, Ashitaba menghasilkan bunga putih besar dan memiliki daun yang berguguran.

Asal-usul nama Ashitaba Keiskei sendiri asalnya dari bentuk penghormatan terhadap Keisuke Ito, yaitu seseorang dokter di Jepang sekaligus Ahli Biologi.

Biasanya orang Jepang banyak menanam tumbuhan ini di pekarangan belakang rumah. Tanaman ini sangat tahan dengan dingin. Suhu optimalnya antara 12 hingga 22 °C. Jika daunnya dipanen sore hari, seringkali menghasilkan bibit baru yang tumbuh hanya dalam semalam. Dan langsung terlihat besok paginya.

Manfaat dan Kegunaan

Ashitaba Keiskei sendiri banyak dimanfaatkan untuk bermacam-macam kebutuhan. Mulai dari digunakan sebagai makanan, hingga obat-obatan.

Dilingkungan yang membudidayakan Ashitaba Keiskei terlihat para penduduknya lebih sehat dan berumur panjang. Mungkin kandungan chalconoids pada Ashitaba ini. Pada jaman Edo, getah pada tangkainya sering dimanfaatkan sebagai obat luar cacar. Dalam pengobatan sering dimanfaatkan sebagai pemercepat penyembuhan luka luar dan mencegah infeksi.

Ashitaba Keiskei juga biasa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Karena dapat meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh ternak itu sendiri. Sebenarnya belum dibuktikan untuk hal ini, namun sementara sudah ditemukan adanya kandungan Furocoumarins pada Ashitaba yang dikenal dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari dan dapat menyebabkan dermatitis.

Kini Ashitaba Keiskei juga dimanfaatkan sebagai bahan-bahan untuk produk kosmetik.